Tangerang, Banten - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5.000.198 ton menjadi bukti nyata keberhasilan swasembada pangan, bukan sekadar rekayasa data.
Ditemui di sela meninjau stok beras bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di gudang filial Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis, Rizal menyatakan fasilitas penyimpanan Bulog, baik gudang milik sendiri maupun gudang yang disewa, saat ini terisi penuh oleh hasil produksi petani dalam negeri.
"Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri, gudang-gudang swasta yang disewa juga mengalami kondisi serupa. Nah ini menunjukkan negara kita betul-betul swasembada pangan, bukan rekayasa dan lain sebagainya," kata Rizal.
Menurut Rizal, melimpahnya stok tersebut menunjukkan tingginya produktivitas pertanian nasional sekaligus keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak untuk mengecek langsung ke berbagai gudang Bulog di seluruh Indonesia jika meragukan kebenaran stok cadangan beras pemerintah saat ini, yang dinilai kokoh menghadapi dampak geopolitik global maupun ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
Baik gudang milik Bulog maupun gudang swasta yang bekerja sama, kata dia, terbuka untuk dikunjungi sebagai bentuk transparansi pemerintah dalam memastikan ketersediaan beras nasional
Perum Bulog menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, stok beras yang dikelola BUMN pangan itu berhasil menembus angka 5 juta ton, menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menyampaikan keberhasilan itu bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat.
“Alhamdulillah per pagi ini, Kamis tanggal 23 April 2026 stok beras yang ada di gudang Bulog menembus angka 5.000.198 ton. Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras," bebernya.
Ditemui di tempat terpisah, Pemimpin Cabang Perum Bulog Tangerang Riki Pebriady menjelaskan bahwa,"Stok beras yang ada di wilayah Tangerang per hari ini (23/4/2026) 57.837 ton dan gabah sejumlah 7.636 ton, dan stok akan terus bertambah karena saat ini penyerapan gabah masih berjalan." Jumlah tersebut sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat se-Tangerang Raya."Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan di wilayah Tangerang."pungkasnya
Sumber rilis : Sitinurjanah
Posting Komentar