Parung Panjang, 16 Juni 2026 - Delikinfo.web.id — AD, seorang pekerja yang mengalami kecelakaan kerja di wilayah Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, dilaporkan terjatuh dari ketinggian sekitar 15 meter saat menjalankan pekerjaannya. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma di salah satu rumah sakit di Tangerang.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian keluarga korban dan sejumlah pihak karena menyangkut aspek keselamatan kerja, tanggung jawab perusahaan, serta kondisi korban yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi saat AD sedang bekerja di lokasi proyek yang berada di Desa Lumpang. Keluarga korban mengaku masih berupaya memperoleh kejelasan terkait kronologi lengkap kejadian yang menyebabkan AD mengalami luka berat.
AD diketahui merupakan tulang punggung keluarga. Kedua orang tuanya yang telah lanjut usia selama ini sangat bergantung pada penghasilan yang diperolehnya.
«"AD selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga. Kami semua terus berdoa agar dia segera sadar dan pulih seperti sedia kala."
— IS, Kakak Korban»
Keluarga mengaku sangat khawatir terhadap kondisi korban dan masa depan keluarga apabila kondisi AD tidak segera membaik. Selain menghadapi tekanan emosional, mereka juga mulai merasakan dampak finansial akibat tidak adanya pemasukan dari korban.
Kekecewaan juga disampaikan pihak keluarga karena hingga berita ini diturunkan mereka mengaku belum menerima kunjungan langsung dari pihak perusahaan untuk memberikan penjelasan maupun dukungan kepada keluarga korban.
Sebelumnya, mandor lapangan berinisial TN menyatakan bahwa seluruh Alat Pelindung Diri (APD) telah diberikan kepada para pekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). TN juga menyebut bahwa perusahaan akan bertanggung jawab atas insiden yang menimpa AD.
Namun demikian, hasil investigasi awal yang dilakukan awak media di lokasi kejadian menemukan dugaan bahwa APD tidak tersedia di area kerja saat peristiwa tersebut terjadi. Temuan ini bertolak belakang dengan pernyataan yang disampaikan oleh mandor TN dan menimbulkan pertanyaan terkait penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek.
«"Kami juga takut apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Orang tua kami pasti sangat terpukul karena selama ini AD yang menghidupi mereka."
— IS, Kakak Korban»
Hingga saat ini, AD masih menjalani perawatan intensif dan belum sadarkan diri. Keluarga berharap korban segera pulih dan mendapatkan penanganan terbaik.
Sementara itu, awak media masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak perusahaan terkait kronologi lengkap kejadian, kondisi terkini korban, ketersediaan APD di lokasi kerja, serta bentuk tanggung jawab yang akan diberikan kepada korban dan keluarganya.


Posting Komentar